Rabu, 28 Juli 2021

#PGP_ANGK2 – KAB.LAHAT – EFTI AYU SETIA PERTIWI, S.Pd_1.4_AKSI NYATA

#PGP_ANGK2 – KAB.LAHAT – EFTI AYU SETIA PERTIWI, S.Pd_1.4_AKSI NYATA 

 PENERAPAN BUDAYA POSITIF 
DI SD IT A BA TA TSA LAHAT 
KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN 

  A. LATAR BELAKANG 

     Dunia pendidikan di Indonesia pada dua tahun ini sedang diberikan ujian, yaitu adanya wabah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan proses pembelajaran di sekolah mengalami kendala. Proses pembelajaran yang harusnya bisa secara langsung datang ke sekolah, kini harus dilaksanakan secara online (Pembelajaran secara daring). Menuntut guru untuk berpikir, dan secara tidak langsung harus bisa mengetahui keterampilan IT yang digunakan untuk proses pembelajaran agar bisa tersampaikan kepada murid di rumah. Pertama kali menggunakan pembelajaran secara daring murid masih kebingungan, karena fasilitas internet, HP, dan laptop masih bergantian dengan orang tuanya. Jadi, menunggu orang tuanya pulang dari bekerja mereka baru bisa meminjam HP atau laptop untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Banyak sekali chating wali murid dan murid sendiri yang masih belum paham dengan materi yang dijelaskan melalui video sehingga pelaksanan pembelajaran secara daring kurang maksimal. Tugas yang dikumpulkan murid ke sekolah setiap satu pekan sekali, hasilnya belum memuaskan. Guru terus berpikir untuk menggunakan metode pembelajaran daring yang efektif, sehingga murid di rumah tidak merasa bosan. Penggunaan kuota internet menambah pengeluaran orang tua dalam memfasilitasi anaknya di rumah. Begitu juga dengan guru, karena menginginkan materi dapat tersampaikan maka guru pun berkorban menambah biaya pengeluaran untuk pembelian kuota internet.
     Pada tahun ajaran baru biasanya kami bertatap muka langsung di sekolah dan membuat peraturan-peraturan kelas yang akan disepakati. Pada tahun ini karena kondisi yang tidak memungkinkan saya sebagai guru membuat kesepakatan kelas secara daring pada saat zoom meeting. 

  B. DESKRIPSI AKSI NYATA 

     Pada aksi nyata ini dilaksanakan sebagai penerapan budaya positif yaitu pembuatan kesepakatan kelas yang saya buat bersama murid di kelas saya yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Pada saat pembuatan kesepakatan kelas melalui pertemuan di aplikasi zoom, ada beberapa langkah yang saya lakukan adalah 1. Minggu Ke-1 (Persiapan) Pada minggu ini saya melakukan komunikasi dengan kepala sekolah terkait pentingnya budaya positif yang harus diawali dari sendiri setiap guru dan murid di kelas, kemudian melakukan pengimbasan kepada seluruh guru di sekolah untuk strategi penerapan budaya positif selama pembelajaran daring. 2. Minggu Ke-2 (Pelaksanaan) Pada minggu kedua saya melaksanakan aksi nyata secara online, yaitu dengan membuat kesepakatan kelas ketika pembelajaran awal melalui zoom meeting. Pada tahap ini, guru memberikan kesempatan dan kebebasan murid menentukan kesepakatan kelas yang akan digunakan dalam proses pembelajaran daring. Penyusunan kesepakatan kelas dibuat sendiri oleh murid, berdasarkan pendapat murid masing-masing. Setelah murid membuat kesepakatan kelas melalui google form dibacakan dan didiskusikan. Adapun link kegiatan aksi nyata 

C. HASIL DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN 
     Hasil pelaksanaan aksi nyata budaya positif ini adalah : 
1. Murid memberikan respon yang positif terhadap pembuatan kesepakatan 
2. Murid memberikan ide yang sangat bagus 
3. Murid saling menghargai pendapat teman yang lain 

  D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN 

     Pembelajaran yang didapat dari aksi nyata ini adalah sebagai tindakan refleksi: 
1. Kegagalan 
    Masih ada beberpa Murid yang belum paham terhadap pembuatan kesepakatan kelas tentang ide yang dituangkan, murid memberikan ide yang berkaitan tentang lingkungan di dalam kelas, misal menginginkan ada proyektor di dalam kelas. 

2. Keberhasilan 
    Murid merespon positif dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Murid memiliki keterampilan dalam menyampaikan ide yang dikemukan dari diri mereka masing-masing sehingga nilai-nilai profil Pancasila mulai terbentuk. 

  E. RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DIMASA MENDATANG 

     Memotivasi murid untuk meningkatkan rasa percaya diri murid dalam mengemukakan ide, dan lebih memahami alur dari kesepakatan kelas. Meningkatka komunikasi lebih efektif lagi pada murid. 

  F. DOKUMENTASI