PENERAPAN BUDAYA POSITIF
DI SD IT A BA TA TSA LAHAT
KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA
SELATAN
A. LATAR BELAKANG
Dunia pendidikan di Indonesia pada dua tahun ini sedang diberikan ujian, yaitu
adanya wabah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang menyebabkan proses
pembelajaran di sekolah mengalami kendala. Proses pembelajaran yang harusnya
bisa secara langsung datang ke sekolah, kini harus dilaksanakan secara online
(Pembelajaran secara daring). Menuntut guru untuk berpikir, dan secara tidak
langsung harus bisa mengetahui keterampilan IT yang digunakan untuk proses
pembelajaran agar bisa tersampaikan kepada murid di rumah. Pertama kali
menggunakan pembelajaran secara daring murid masih kebingungan, karena fasilitas
internet, HP, dan laptop masih bergantian dengan orang tuanya. Jadi, menunggu
orang tuanya pulang dari bekerja mereka baru bisa meminjam HP atau laptop untuk
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Banyak sekali chating wali murid
dan murid sendiri yang masih belum paham dengan materi yang dijelaskan melalui
video sehingga pelaksanan pembelajaran secara daring kurang maksimal. Tugas yang
dikumpulkan murid ke sekolah setiap satu pekan sekali, hasilnya belum memuaskan.
Guru terus berpikir untuk menggunakan metode pembelajaran daring yang efektif,
sehingga murid di rumah tidak merasa bosan. Penggunaan kuota internet menambah
pengeluaran orang tua dalam memfasilitasi anaknya di rumah. Begitu juga dengan
guru, karena menginginkan materi dapat tersampaikan maka guru pun berkorban
menambah biaya pengeluaran untuk pembelian kuota internet.
Pada tahun ajaran
baru biasanya kami bertatap muka langsung di sekolah dan membuat
peraturan-peraturan kelas yang akan disepakati. Pada tahun ini karena kondisi
yang tidak memungkinkan saya sebagai guru membuat kesepakatan kelas secara
daring pada saat zoom meeting.
B. DESKRIPSI AKSI NYATA
Pada aksi nyata ini dilaksanakan sebagai penerapan budaya positif yaitu
pembuatan kesepakatan kelas yang saya buat bersama murid di kelas saya yang
dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Pada saat pembuatan
kesepakatan kelas melalui pertemuan di aplikasi zoom, ada beberapa langkah yang
saya lakukan adalah 1. Minggu Ke-1 (Persiapan) Pada minggu ini saya melakukan
komunikasi dengan kepala sekolah terkait pentingnya budaya positif yang harus
diawali dari sendiri setiap guru dan murid di kelas, kemudian melakukan
pengimbasan kepada seluruh guru di sekolah untuk strategi penerapan budaya
positif selama pembelajaran daring. 2. Minggu Ke-2 (Pelaksanaan) Pada minggu
kedua saya melaksanakan aksi nyata secara online, yaitu dengan membuat
kesepakatan kelas ketika pembelajaran awal melalui zoom meeting. Pada tahap ini,
guru memberikan kesempatan dan kebebasan murid menentukan kesepakatan kelas yang
akan digunakan dalam proses pembelajaran daring. Penyusunan kesepakatan kelas
dibuat sendiri oleh murid, berdasarkan pendapat murid masing-masing. Setelah
murid membuat kesepakatan kelas melalui google form dibacakan dan didiskusikan.
Adapun link kegiatan aksi nyata
Hasil pelaksanaan aksi nyata budaya positif ini adalah :
1. Murid memberikan
respon yang positif terhadap pembuatan kesepakatan
2. Murid memberikan ide yang
sangat bagus
3. Murid saling menghargai pendapat teman yang lain
D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN
Pembelajaran yang didapat dari aksi nyata ini adalah sebagai tindakan refleksi:
1. Kegagalan
Masih ada beberpa Murid yang belum paham terhadap pembuatan
kesepakatan kelas tentang ide yang dituangkan, murid memberikan ide yang
berkaitan tentang lingkungan di dalam kelas, misal menginginkan ada proyektor di
dalam kelas.
2. Keberhasilan
Murid merespon positif dalam kegiatan pembelajaran
yang dilakukan secara daring. Murid memiliki keterampilan dalam menyampaikan ide
yang dikemukan dari diri mereka masing-masing sehingga nilai-nilai profil
Pancasila mulai terbentuk.
E. RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DIMASA MENDATANG
Memotivasi murid untuk meningkatkan rasa percaya diri murid dalam mengemukakan
ide, dan lebih memahami alur dari kesepakatan kelas. Meningkatka komunikasi
lebih efektif lagi pada murid.

